Senin, 15 September 2014

Awal berkenalan

Entah apa yang tiba tiba merasuki pikiranku, sehingga membuatku lagi rajin rajinnya berbagi cerita seperti ini.

Hal yang ingin ku ceritakan sekarang, sedikit mundur jauh, kurang lebih ke 3 tahun yang lalu.

 

Berawal dari sebuah facebook ku. Pas waktu ini masih jaman jamannya Facebook lagi tenar-tenarnya. Mungkin baru ada Twitter, tapi juga penggunanya masih sangat sedikit, Path tak ada, BBM android juga belum keluar ke permukaan bumi ini.

 

Tepat saat aku sedang PKL di sebuah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibinong. Masih tetap hangat dalam ingatanku. Bulan Juli 2011 saat itu. Untuk tanggal aku lupa. Mungkin jika aku mau mengulang kembali dan melihat satu persatu pesan facebook ku dengannya yang ada ribuan pesan itu, akan ku temukan kapan pastinya aku dan dia mulai berkenalan.

 

Dia tiba tiba membuat Pc ku berbunyi ketika itu. “Kling” mungkin bunyinya seperti ini.
Percakapan singkat ini yang aku ingat. Entah salah atau benar . Sedikit alay mungkin . Maklum masih jamannya tulisan gede kecil saat itu. Dan aku termasuk di dalam kaum ke alay’an ini . Hahaa
“HaY, di siNi UchieL, disaNa sApa?”
“Rhaa, kENapa?”
“MiNta noMer Hp Nya Dund ?”
“BWt ?”
“BWt dIjuaL dItukang beLing. KaLi aja LakU”
“HhaHa ..”
“Ech, yWdh nIi NomEr gW 0838xxxxxxx . SMs aja yaCh. gW mO On FaceBooK yG sTu Lgie." ….End…

 

Terlalu singkat mungkin tapi hanya itu yang aku ingat saat awal pertama aku dan ia berkenalan. Ku tak pernah tau kalau akan terjadi seperti ini. Aku yang hanya taruhan pada Maya, teman sekolahku dulu.  Untuk membawa dia *orang yang baru ku kenal lewat facebook* pergi ke curug bersama Maya dan Pacarnya. Aku lupa taruhannya apa, yang jelas yang aku ingat aku berhasil membawa dia pergi ke curug bersama ku dengan perjuangan dia yang Sangat sangat membuatku merasa Dicintaiiii . Asoyyy :D

 

Awal pertemuan kita, ketika dia menawarkan dirinya untuk mengantar ku PKL di daerah Bogor. Sebenarnya harusnya Cansel, karena tibatiba motor yang harusnya di pakai untuk mengantarku. Bertepatan dengan Mama nya yang akan Pergi ke Tempat lain. Mungkin karena dia terlalu takut mengecewakanku, dia meminjam motor Beler “Hendy Kurniawan” teman SMP ku. Awalnya ku tak tau dia berteman bahkan tetanggaan dengan Beler. Sudahlah jangan focus ke beler !!

 

Dia pertama kalinya menjemputku di bawah turunan jalan. Kulihat dari jauh, sosok yang kurus tinggi dengan rambutnya yang agak gondrong dan memakai baju biru dan topi. Penilaiku terhadapnya masih biasa aja. Ga ada yang istimewa dari pertemuan pertamaku dengannya .

 

Dia bercerita tentang motor yang digunakan sekarang bukan motor dia, dan dia hanya membawa uang Rp. 5.000-, saat itu . Dengan bensin yang dicukup cukupin, dia mengantarku sampai ke tempat PKL ku.

 

“Aku ga pulang ke rumah, aku kerumah bokap aku aja daerah pemda sini. Kalo aku pulang, bensinnya ga cukup. Aku ga ada uang. Nanti aku jemput lagi kok. Kamu sms atau miscall aku aja. Takutnya aku ketiduran. Semalam aku begadang sama bocah bocah soalnya.” Jelasnya di akhiri dengan senyuman.
“Ohh ini.. ku ulurkan tanganku memberikan selembar uang Rp. 10.000” saat itu bensin masih di subsidi Rp. 4.500-, cukuplah buat beli bensin dua liter mah.
“Ga usah. Aku kerumah bokap aku aja. Lagi juga sekalian main kerumah bokap. Udahhh.. ga usah. Aku ga mau ngerepotin kamu.”

Dia menolak kebaikanku dengan cara lembutnya.

 

Sampai saatnya aku pulang. Kabar mendadak yang akan ku ceritakan padanya

Tepat ketika dia sampai duluan menjemputku, tanpa aku sms dan menelponnya, dia sudah duduk manis di motornya dan menunggu ku pulang. Kubilang padanya . Semua teman PKL ku mengadakan acara buka puasa bersama di rumah Maya. Karena tepat pada saat itu adalah bulan Ramadhan.  Dia tanpa rasa kesal atau apa hanya bilang.
“Ohh yaudah aku antar ya. ”

 

Aku pun tiba di rumah Maya saat itu. Yang kira kira hanya 20 Menit dari tempatku PKL. Aku yang baru bertemu dengannya mulai merasa bahwa dia sosok lelaki yang baik. Aku tak berani memintanya untuk ikut masuk ke rumah Maya dan buka puasa bersama. Ku biarkan dia menunggu ku di depan gang rumah Maya. Kejam memang tapi dia yang lebih memilih seperti ini, dengan alasan malu katanya sama teman teman ku .

 

Lantunan Adzan berkumandang. Ku kirimkan pesan singkatku memintanya agar buka puasa .
Saat itu ku baru ingat, uang yang dia bawa tidak akan cukup buat beli makanan pembuka. Kecuali dia hanya beli air putih dan roti. Acara memang belum selesai. Tapi ada perasaan tidak tenang ku padanya. Ku kirim pesan singkat lagi ke padanya .
“Aku udahan nih buka puasanya. Tapi belom pada pulang. Kita duluan aja deh, kamu samper aku lagi. Aku nanti izin pulang duluan ke yang lain. Kasian kamu udah nungguin aku.”

“Gapapa, ga enak. Kamu nunggu teman teman kamu pulang juga aja. Aku gapapa. Aku nunggunya di warung ko.” Katanya yang berusaha menenangkan hatiku, seakan dia di sana bisa berbuka puasa tak seperti yang ku bayangkan.

 

Sekitar pukul 8 Malam acarapun benar benar selesai. Aku kembali mengirim pesan singkatku memintanya untuk menjemputku. Awalnya dia menolak dengan alasan ga enak kalo cuma garagara ada dia aku jadi pulang duluan. Padahal kan emang acaranya udah selesai tapi tetap aja ga percaya hadehhh ….. Hingga akhirnya teman temanku pun pulang duluan.

 

Hapeku langsung berdering ketika itu. Ku buka kunci hapeku dan kuliat pesan darinya . “Aku di depan. Tadi teman kamu ngelewatin aku. Jadi aku kira udah pada pulang semua. Aku tunggu depan pagar ya.”

 

Aku langkahkan kakiku masuk kembali ke dalam rumah maya. Mengambil tasku dan pamit izin pulang terhadap orang tuanya .

 

Diperjalan pulang. Hapeku berdering kencang kembali. Kulihat panggilan dari mama saat itu. Ku angkat telpon darinya. Beliau menanyakan aku sedang ada dimana. Dan saat itu aku baru ingat bahwasannya aku lupa memberikan kabar aku akan pulang terlambat. Padahal saat itu masih jam 8an. Maklum lah anak bontot. Lebih dari jam 8 juga udah bunyi hapenya. Haha ..

 

Dibawanya aku dengan laju kecepatan yang lumayan membuatku takut. Menciptakan hembusan Angin yang menusuk ke tulang ketika itu, tepat pada saat musim hujan. Aku yang merasakan dinginnya hanya memeluk diriku sendiri dengan kedua tanganku . Mungkin dia tau apa yang kulakukan di belakangnya. Dia tiba tiba menurunkan kecepatan motornya dan memberhentikan motornya. Ku mulai berpikir negatif. Apa yang akan di lakukan terhadapku. Walaupun kita sudah resmi berpacaran sebelumnya. Tapi tetap saja aku tidak mudah percaya pada sosok laki laki yang berusia lebih tua 3 tahun di atas usiaku. Terlebih kita baru saja bertemu.

 

Dia membuka jaketnya perlahan. Membuat jantungku tambah berdetak kencang. Diberikannya sebuah jaketnya untukku. Memintaku untuk memakainya, seakan dia benar benar tak ingin membiarkanku merasakan kedinginan. Ku tersenyum manis. Dalam hatiku berkata “Ini namanya cowok” Haha .

 

Jujur saja, memang cewek lebih mudah tersentuh dengan hal yang sebenarnya kecil. Termasuk perhatian kecilnya untukku. Membuatku merasaaaaaaaa ………

 

Sudahlah, pasti kamu tau apa yang kurasakan ?
Aku mulai meyukainya, sosok cowok yang bernama asli Panggih Yoga Harto.

 

 

 
Kita sambung lagi besok yahhh :D. Aku lelah ceman-ceman :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar