Minggu, 14 September 2014

Jadikan semua peNYESALan jadi pemBELAJARan



Salah satu orang yang sangat berjasa, tiba tiba nge-BBM ku. Tepat ketika aku merasa jatuh tanpa ada sosok yang akan mengulurkan tangannya dan membantuku kembali berdiri .
Mungkin memang dia peduli, oh bukan. Maksudku sangat peduli padaku, Menghiburku dengan semua lelucon konyolnya. Membuat pipiku seakan naik sedikit demi sedikit. Menciptakan senyuman kecil meskipun dalam tangisan . Yahhh, saat itu tepat pada malam hari saat aku putus dengan pacarku *dulu*. Seorang laki-laki bernama Raka yang berusia setahun di bawah usiaku . Berondong boo .. :D

Entah firasat atau apa, aku tak tau. Sebelumnya ku pertemukan Raka dengan sosok seorang laki laki cenderung pendek tapi sangat perhatian dan humoris. Fawa, sahabatku. Bahkan sudah ku anggap seperti saudara. Aku merasa tatapan Fawa terhadap Raka berbeda. Kucoba menepis semua karna tepat saat itu aku merayakan hari ulang tahunku. Takkan ku biarkan ada rasa kepo dan negatif dari tatapan Fawa ke Raka yang membuatku bertanya dan menghancurkan suasana.

Raka yang cenderung cuek, tanpa bertanya hanya sibuk memainkan hapenya . Sedangkan Fawa, sibuk dengan caranya membuatku kesal. Entah minta makanan lebih, minta minuman yang aneh ku dengar di telingaku. Tapi tak sedikitpun ada rasa benci ku terhadapnya . Padahal hampir setiap bertemu kita saling bertengkar. Ada atau tidak ada hal yang salah. Ya tetap aku yang disalahkan. Tapi ini semua justru membuatku awet sama dia. Maksudku persahabatannya loh yaaa :D

Mereka saling menatap dan saling melempar senyum, Fawa yang ku liat senyum tidak seperti biasanya . Seperti senyum sinis, atau apalah. Awalnya ku berpikir, mungkin karena  Raka dan Fawa berbeda. Raka tidak cepat bergaul seperti Fawa. Maksudnya Raka lebih sering meluangkan waktunya untuk beristirahat dirumah, berbeda dengan Fawa lebih ke kelayabannya dan berkelana dimalam hari bersama teman temannya, dan tidur di siang hari. Atau mungkin mereka beda dunia, Dunia lain mungkin .. *focus*

Pendek cerita perkumpulan kecil merayakan hari ulang tahunku di Detos pun selesai. Fawa entah kenapa langsung saja pulang tanpa menunggu semua melangkah bersama ke luar Mall . Aneh memang dari tingkahnya yang itu. Tapi sudahlah. Aku tak ingin negatif dulu padanya.

Alhasil menyisakan aku, Raka, Nedis, dan Novit. Saat itu memang Novit dan Nedis berpacaran. Tapi sekarang udah putus, selisih seminggu dari tanggal putusku. *apadah jadi cerita kisahnya Novit Nedis.

Novit yang merasa masih kurang bersama Nedis, akhirnya memutuskan untuk main terlebih dahulu ke rumahku. Ku nilai sebagai caranya mengulur waktu memulangkan Nedis pulang ke rumah. Dengan alasen “Masih Kangen”, dan Raka ? Tentunya ikut .

Setiba dirumah, Fawa tak lama datang untuk mengambil motornya di rumahku. Dia hanya mengucapkan salam dan langsung melewatiku dan memasuki pintu menuju kamar Mami “Ibu kandungku yang biasa ku panggil Mama tapi di panggil Mami oleh Fawa” Ku tak tau apa yang di perbincangkan mama dengannya di dalam rumah.

Selang berapa menit, dia keluar tanpa pamit, tanpa senyum dan tanpa salam melewatiku lagi. Oh god, ada yang salah kah padaku ? Apa yang membuatnya seperti ini ? Sosok yang sudah 4 tahun lebih ku kenal ? Ku kira ini semua karena dunia mereka berbeda, ku pikir masih ada ruang untuk mereka saling dekat. Tapi semua ternyata salah :’(

Ketika semua pulang, Raka, Nedis, Novit. Ku luapkan semua rasa kepo ku, ku ambil hapeku tepat di dalam tas yang tadi ku bawa. Dan tanpa berpikir panjang, ku BBM Fawa dan menanyakan semua tingkahnya yang aneh . Jawabnya hanya singkat
“W gapapa. Biasa aja. Aneh kenapa w ?”

Harusnya aku tau ini tak kan membuatku menemukan apa yang ku cari. Fawa bukan sosok yang akan bercerita panjang lebar di sebuah sosmed, sms  bahkan telpon sekalipun. Aku harus bertemu dengannya ! Akhirnya ku memintanya untuk datang kerumah.

Berjarak beberapa hari, Fawa datang ke rumah. Banyak hal yang iya ceritakan tentang Raka, aneh memang. Mereka baru sekali itu aku pertemukan. Tapi Fawa langsung bisa tau sifat Raka. Kata yang paling ku ingat darinya :
“Lu ga cocok sama dia, lu gak bakal lama sama dia. Dia tuh masih kaya bocah, masih labil. DIa tuh kaya gini kaya gini kaya gini. Disini harus lu yang bisa bawa dia. Kalo ga blablabla. Gue sih ga begitu suka orang kaya gitu. Dunia gue beda sama dia, dia tuh blablabla.”

Semua yang di jelaskan Fawa membuatku berpikir ulang tentang hubunganku dengan Raka.
Aku bingung antara melepaskan Raka, tapi apa alesannya ? karena Fawa ?
Ga mungkin ! aku ga bisa sejahat itu, aku harus terus menjalani semuanya sebelum aku tau benar benar buruknya Raka ?

Oh my god, semua terjawab.

Semua ucapan Fawa terlihat jelas dan seketika menjadi nyata seakan membuatku ingin memutar waktu dan menghentikan hubunganku tanpa pernah melanjutkannya sampai sejauh ini.
Tepat 7 Bulan, di bulan ke 7 ku sama dia, di tanggal yang sama, di awal bulan, 1 Agustus 2014 aku menyudahi hubungan yang ku rasa sudah harus selesai . Tanpa ada hal yang menurutku salah.

Aku dianggapnya terlalu Ribet.

Lucu yah, lucunya itu ketika dulu aku di bilang “Terlalu Cuek” Ku ubah menjadi sosok perhatian. Tapi di bilang “Terlalu Bawel dan Ribet” Haha Aneh memang. Terlihat seperti hanya alasan untuk lepas dariku.
Sekarang ?? Entah apa yang membuatnya berubah. Seakan dia membuatku bersalah di posisi ini. Aku hanya ingin semua baik baik saja. Tapi ? Sepertinya dia tidak.



Fawa yang tau hampir semua hal tentang aku. Mendekatkanku pada temannya. Sosok Laki laki yang sekarang sudah dekat denganku di BBM. Kita belum pernah bertemu. Dannn .. Entahlah, Mungkin Teman, mungkin juga bisa lebih. Liat nanti ajaaaa :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar