Salah satu orang yang sangat berjasa, tiba tiba nge-BBM ku.
Tepat ketika aku merasa jatuh tanpa ada sosok yang akan mengulurkan tangannya
dan membantuku kembali berdiri .
Mungkin memang dia peduli, oh bukan. Maksudku sangat peduli padaku, Menghiburku dengan semua lelucon konyolnya. Membuat pipiku seakan naik sedikit demi sedikit. Menciptakan senyuman kecil meskipun dalam tangisan . Yahhh, saat itu tepat pada malam hari saat aku putus dengan pacarku *dulu*. Seorang laki-laki bernama Raka yang berusia setahun di bawah usiaku . Berondong boo .. :D
Mungkin memang dia peduli, oh bukan. Maksudku sangat peduli padaku, Menghiburku dengan semua lelucon konyolnya. Membuat pipiku seakan naik sedikit demi sedikit. Menciptakan senyuman kecil meskipun dalam tangisan . Yahhh, saat itu tepat pada malam hari saat aku putus dengan pacarku *dulu*. Seorang laki-laki bernama Raka yang berusia setahun di bawah usiaku . Berondong boo .. :D
Entah firasat atau apa, aku tak tau. Sebelumnya ku
pertemukan Raka dengan sosok seorang
laki laki cenderung pendek tapi sangat perhatian dan humoris. Fawa,
sahabatku. Bahkan sudah ku anggap seperti saudara. Aku merasa tatapan Fawa terhadap Raka berbeda. Kucoba menepis semua karna tepat saat itu aku
merayakan hari ulang tahunku. Takkan ku biarkan ada rasa kepo dan negatif dari
tatapan Fawa ke Raka yang membuatku bertanya dan menghancurkan suasana.
Raka yang cenderung
cuek, tanpa bertanya hanya sibuk memainkan hapenya . Sedangkan Fawa, sibuk dengan caranya membuatku
kesal. Entah minta makanan lebih, minta minuman yang aneh ku dengar di
telingaku. Tapi tak sedikitpun ada rasa benci ku terhadapnya . Padahal hampir setiap
bertemu kita saling bertengkar. Ada atau tidak ada hal yang salah. Ya tetap aku
yang disalahkan. Tapi ini semua justru membuatku awet sama dia. Maksudku persahabatannya
loh yaaa :D
Mereka saling menatap dan saling melempar senyum, Fawa yang ku liat senyum tidak seperti
biasanya . Seperti senyum sinis, atau apalah. Awalnya ku berpikir, mungkin karena
Raka
dan Fawa berbeda. Raka tidak cepat bergaul seperti Fawa. Maksudnya Raka lebih sering
meluangkan waktunya untuk beristirahat dirumah, berbeda dengan Fawa lebih ke
kelayabannya dan berkelana dimalam hari bersama teman temannya, dan tidur di
siang hari. Atau mungkin mereka beda dunia, Dunia lain mungkin .. *focus*
Pendek cerita perkumpulan kecil merayakan hari ulang tahunku
di Detos pun selesai. Fawa entah
kenapa langsung saja pulang tanpa menunggu semua melangkah bersama ke luar Mall
. Aneh memang dari tingkahnya yang itu. Tapi sudahlah. Aku tak ingin negatif dulu
padanya.
Alhasil menyisakan aku, Raka,
Nedis, dan Novit. Saat itu memang Novit
dan Nedis berpacaran. Tapi sekarang
udah putus, selisih seminggu dari tanggal putusku. *apadah jadi cerita kisahnya
Novit Nedis.
Novit yang merasa masih kurang bersama Nedis, akhirnya
memutuskan untuk main terlebih dahulu ke rumahku. Ku nilai sebagai caranya
mengulur waktu memulangkan Nedis
pulang ke rumah. Dengan alasen “Masih Kangen”, dan Raka ? Tentunya ikut .
Setiba dirumah, Fawa
tak lama datang untuk mengambil motornya di rumahku. Dia hanya mengucapkan
salam dan langsung melewatiku dan memasuki pintu menuju kamar Mami “Ibu kandungku yang biasa ku
panggil Mama tapi di panggil Mami oleh Fawa”
Ku tak tau apa yang di perbincangkan mama dengannya di dalam rumah.
Selang berapa menit, dia keluar tanpa pamit, tanpa senyum dan tanpa salam melewatiku lagi. Oh god, ada yang salah kah padaku ? Apa yang membuatnya seperti ini ? Sosok yang sudah 4 tahun lebih ku kenal ? Ku kira ini semua karena dunia mereka berbeda, ku pikir masih ada ruang untuk mereka saling dekat. Tapi semua ternyata salah :’(
Ketika semua pulang, Raka, Nedis, Novit. Ku luapkan semua rasa kepo ku, ku ambil hapeku tepat di dalam tas yang tadi ku bawa. Dan tanpa berpikir panjang, ku BBM Fawa dan menanyakan semua tingkahnya yang aneh . Jawabnya hanya singkat
“W gapapa. Biasa aja. Aneh kenapa w ?”
Selang berapa menit, dia keluar tanpa pamit, tanpa senyum dan tanpa salam melewatiku lagi. Oh god, ada yang salah kah padaku ? Apa yang membuatnya seperti ini ? Sosok yang sudah 4 tahun lebih ku kenal ? Ku kira ini semua karena dunia mereka berbeda, ku pikir masih ada ruang untuk mereka saling dekat. Tapi semua ternyata salah :’(
Ketika semua pulang, Raka, Nedis, Novit. Ku luapkan semua rasa kepo ku, ku ambil hapeku tepat di dalam tas yang tadi ku bawa. Dan tanpa berpikir panjang, ku BBM Fawa dan menanyakan semua tingkahnya yang aneh . Jawabnya hanya singkat
“W gapapa. Biasa aja. Aneh kenapa w ?”
Harusnya aku tau ini tak kan membuatku menemukan apa yang ku
cari. Fawa bukan sosok yang akan
bercerita panjang lebar di sebuah sosmed, sms bahkan telpon sekalipun. Aku harus bertemu dengannya
! Akhirnya ku memintanya untuk datang kerumah.
Berjarak beberapa hari, Fawa
datang ke rumah. Banyak hal yang iya ceritakan tentang Raka, aneh memang. Mereka baru sekali itu aku pertemukan. Tapi Fawa langsung bisa tau sifat Raka. Kata yang paling ku ingat darinya
:
“Lu ga cocok sama dia, lu gak bakal lama sama dia. Dia tuh
masih kaya bocah, masih labil. DIa tuh kaya gini kaya gini kaya gini. Disini
harus lu yang bisa bawa dia. Kalo ga blablabla. Gue sih ga begitu suka orang
kaya gitu. Dunia gue beda sama dia, dia tuh blablabla.”
Semua yang di jelaskan Fawa
membuatku berpikir ulang tentang hubunganku dengan Raka.
Aku bingung antara melepaskan Raka, tapi apa alesannya ? karena Fawa ?
Ga mungkin ! aku ga bisa sejahat itu, aku harus terus menjalani semuanya sebelum aku tau benar benar buruknya Raka ?
Oh my god, semua terjawab.
Ga mungkin ! aku ga bisa sejahat itu, aku harus terus menjalani semuanya sebelum aku tau benar benar buruknya Raka ?
Oh my god, semua terjawab.
Semua ucapan Fawa terlihat
jelas dan seketika menjadi nyata seakan membuatku ingin memutar waktu dan
menghentikan hubunganku tanpa pernah melanjutkannya sampai sejauh ini.
Tepat 7 Bulan, di bulan ke 7 ku sama dia, di tanggal yang
sama, di awal bulan, 1 Agustus 2014 aku menyudahi hubungan yang ku rasa sudah
harus selesai . Tanpa ada hal yang menurutku salah.
Aku dianggapnya terlalu Ribet.
Lucu yah, lucunya itu ketika dulu aku di bilang “Terlalu
Cuek” Ku ubah menjadi sosok perhatian. Tapi di bilang “Terlalu Bawel dan Ribet”
Haha Aneh memang. Terlihat seperti hanya alasan untuk lepas dariku.
Sekarang ?? Entah apa yang membuatnya berubah. Seakan dia
membuatku bersalah di posisi ini. Aku hanya ingin semua baik baik saja. Tapi ?
Sepertinya dia tidak.
Fawa yang tau hampir semua hal tentang aku. Mendekatkanku pada temannya. Sosok Laki laki yang sekarang sudah dekat denganku di BBM. Kita belum pernah bertemu. Dannn .. Entahlah, Mungkin Teman, mungkin juga bisa lebih. Liat nanti ajaaaa :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar